14 February 2006

uhuk..uhuk..

duh duh, aida ku batuk2..
kasian, pertama kali batuk nih ceritanya.
mulai hari jumat kemaren (10 feb 2006), pulang kantor si mbak lapor "bu, aida batuk2".

gak terlalu parah sih batuknya, kebanyakan cuma malem doank. cuma kedengeran aja nafasnya grok grok gitu. tapi gempor jg nih emaknya, tiap malem mesti gendongin aida.. hiks :P
hari sabtunya ke dokter, imunisasi DPT 3. biasalah pilih yg gak panas, mengurangin penderitaan aida *dan si emaknya jg.. hehehe..*. tapi teteeup malemnya aida rewel, ditambah batuk pula.. kasian. sama si dokter gak dikasih obat apa2an. sip jg nih dokter, sesuai dg milis sehatnya dr wati :P kata si dokter "gpp, ini kan dia batuk krn mau ngeluarin lendir di tenggorokannya. gak usah dikasih obat.". sip deh pak dokter ;;)

sampe hari ini masih batuk, kyknya tambah gak oke gitu batuknya *emang ada ya batuk yg oke? :P eh, tapi emang batuknya aida oke kok, lutcuu banget, sambil melet2 gitu.. hihi..*
smoga cepet sembuh deh, soalnya baru dapet 'ilmu' dari dokternya safa. katanya batuk itu memang krn virus, tapi klo 3 hari gak sembuh dan riaknya gak keluar2, bisa2 bakteri tumbuh di riaknya. nah klo kyk gitu kan terpaksa minum ab.

btw, per sabtu kemaren (11 feb 2006) aida beratnya 6.5kg, panjang 61cm. setidaknya si mbak lulus satu ujian nih, ujian kejujuran dia ngasih susu ke aida. berarti bener aida mimik susunya banyak klo pas ditinggal bunda ke kantor, soalnya sebulan ini beratnya naek 0.5kg.. :D

ok deh, segitu dulu ;)

08 February 2006

aida makan??!!

ugh, si mbak payah.. masa' kemaren (7 feb 2006) dibiarin tetangga ngasih makan aida!!!
sedihnya.. :( ketauannya gara2 aida gumoh, kok yg keluar padat gitu..
alhamdulillah aida gak knapa2. ya emang gak bakal knapa2 kali ya, cuma kan pinginnya aida di-pasi eksklusif 6 bulan-in (pengennya sih asi eksklusif 6 bulan, tapi apa daya tangan tak sampai, hiks..)

perkembangan lainnya, emm.. aida udah bisa dadah.. hehe, tapi lupa nih tglnya.. seminggu yg lalu deh kurang lebih.
tapi dadahnya masih gak terarah, dan mungkin bukan dadah sih, cuma mengulurkan tangan dan menggoyang2kannya ke kanan dan ke kiri.. hihi..

oh ya, kyknya dah ngerti jg klo kita menjulurkan tangan ke arah dia itu berarti mau ngegendong. jadi klo kita julurin tangan tapi gak ngegendong aida bakalan marah2.. hihi.. lutcu banget kan :x

perkenalan pertama dg komputer (kemaren, 7 feb 2006). belajar ngegebrak2 keyboard notebooknya ayah, sambil ngebuang2 mouse.. hehehe.. sayang fotonya blom di burn ke cd :P

udah dulu ah, back to work :P

02 February 2006

. jadwal makanan bayi 6 bln

CyberWOMAN : Child Consultation: "

Tuesday, 22 Nov 2005
leah --- new york
dokter, tolong dong saya diberitahu jadwal makanan buat putra saya umur 6 1/2 bln. skr saya mencoba memberikan nasi tim saring. saya ingin tahu jadwal pemberian makanan bayi (bubur susu+ nasi tim saring+ susu formula+ buah+ jus buah). berapa kali sehari nasi tim saring diberikan? susu formula berapa kali dan berapa banyak maksimum pemberian dalam sehari? kalau saya sudah memberikan buah saring, apakah saya juga perlu memberikan jus buah?? terima kasih banyak dokter....


Jawaban:
Dear leah.

Sebelumnya saya minta maaf emailnya baru kebuka sekarang. Terimakasih ya atas email dan pertanyaanmu.

Wah anaknya pasti sudah besar sekarang. Usia 6 bulan ASI saja tidak mencukupi, jadi saat ini bayimu memang sudah butuh makanan tambahan alias makanan pendamping ASI (MPASI. Tentunya dengan catatan di kepala kita bahwa sampai usia 1 tahun .. makanan utamanya tetap ASI .. artinya ... MPASInya hanya sebagai tambahan, pemberian MPASI juga merupakan metoda belajar bagi anak ...belajar apa? pertama, belajar mengulum, menelan makanan yang agak padat dan kental. Kedua ... mengunyah ketika ia sudah berusia 9 bulan dimana MPASInya mulai agak kasar. Keempat .. belajar mengenal berbagai rasa buah, sayur mayur, daging, ikan, ayam, telur (kuningnya dulu ya, putihnya nanti di atas usia 9 bulan), keju, yogurt; kentang, nasi (tim atau bubur), havermouth, jagung, ubi merah, labu kuning.

Mulailah dengan mempergunakan bahan dasar beras/tepung beras

Mulailah dari konsistensi yang agak encer dan bertahap semakin padat

Mulailah dalam jumlah sangat sedikit 1-2 sendok dan bertahap porsinya ditambah

Nah sebenarnya, makan kan tak harus nasi tim dan tak harus bubur susu ... berikan makanan bervariasi sehingga anak bersemangat ketika ia melihat piring makannya .. anakmu akan penasaran .. hmmm apa yang dimasak ibu untukku kali ini?

Dengan demikian, Lea juga mengajar anakmu untuk tumbuh dan berkembang menjadi anak yang tidak milih-milih makannya.

Di lain pihak, ibu juga belajar dan menjadi kreatif .,. bagaimana menyusun menu sehat yang mudah dan murah ... dengan mempergunakan bahanp-bahan lokal, dengan memanfaatkan kekayaan alam Indonesia

Saya akan coba memberikan contoh jadwal makanannya.

Bangun tidur: ASI atau susu formula 125 cc.

Sarapan pagi: bubur tepung beras/bubur maizena ... dan kalau sudah di atas 7 bulan bisa havermouth, roti campur susu, ubi kuning atau labu kuning kukus haluskan dan ditambah dengan susu (bisa campur keju parut setelah anakmu berusia 9 bulan)

ASI atau susu formula dan Cemilan pagi (air buah, yogurt bila sudah berusia 9 bulan)

Makan siang:

Bisa nasi tim saring dengan sayuran dan kaldu sebagai supnya bayi, (nasi tim: 1-2 sdm daging cincang, 3-5 sdm sayur (wortel atau brokoli, atau labu siam atau buncis. Kukusnya sekaligus tetapi di wadah berbeda lalu haluskan dan taruh di tempat berbeda sehingga rasanya enak dan jelas ... bukan campur aduk semua dijadikan satu dan dihaluskan jadi satu (anak tidak diperkenalkan pada rasa sesungguhnya, rasa sayur, rasa nasi dengan protein nya dst dst) atau buatkan brokoli tumis halus dengan keju parut dan sedikit ASI dicampurkan (setelah matang)

Atau ...

Buah yang padat misalnya, alpukat dengan susu, mangga dihaluskan campur susu atau ASI atau yogurt kalau sudah 9 bulan

Selingan sore: ASI/susu formula, buah halus kalau makan siangnya bukan buah dengan yogurt misalnya

Makan malam: kentrang pure atau nasi tim halus atau makaroni kalau siang bukan nasi tim/karbohidrat lainnya (sebaiknya selesai makan sedikitnya 1 jam sebelum berangkat tidur malam)

Sebelum tidur: ASI/susu formula

Nah itu contoh komposisi makanannya.

Untuk menunya ibu bisa menyesuaikan sendiri.

Tidak perlu perasa tambahan. Kamu bisa mempergunakan bumbu alami seperti daun salam, bawang bombay, jeruk nipis, bawangf daun, lengkuas, kunci dst dst

Oh ya memperjelas alergi pada makanan tersebut atau tidak, sekaligus memberikan kesempatan anak untuk mengenali rasa makanan tersebut. Misalnya jika daging yang kita ingin berikan adalah daging sapi dicoba dulu selama 3 hari, baru kita ganti dengan ikan, dan selanjutnya tak lupa diperhatikan reaksi yang ditimbulkan setelah pemberian makanan tersebut. Apakah anak mencret-mencret, muntah muntah atau gatal-gatal, kemerahan.

Untuk buah .. lebih dianjurkan buahnya ketimbang air jusnya. Jus dilatih diberikan dengan gelas bercorong (sippy cups), jangan dari botol susu, karena akan membuat anak bingung dengan susu formula yang diberikan juga melalui botol, selain itu bila anak ibu sudah mulai tumbuh gigi pemeberian melalui botol dapat merusak gigi. Usia 1 tahun idealnya anak tidak minum dari botol (kalau anak tidak ASI)

Nah selamat berkreasi dan berasyik masyuk di dunia makanan bersama anakmu. peluk cium untuk anakmu ya

wati

. Makanan padat?

CyberWOMAN : Child Consultation: "

Friday, 27 Jan 2006
Lia --- batam
Assalamualaikum bu

Bu anak saya 5.5 bulan. Namanya Nadya Raifana. sampai sekarang masih asi, tetapi sejak usia 5 bulan sudah saya kasih bubur. Saya lihat dia sudah pengen makan. Kebetulan saya kerja bu. Nadya suka banget ma bubur beras merah lahap banget dia makan bu, yang ingin saya tanyakan kalau malam nadya gak mau nyusu lagi jadi seperti orang mau muntah gitu bu apakah terlalu kenyang bu? padahal dia makanya siang hari sore hari tidak saya kasih lagi. Bu saya bisa minta panduan makan balita mulai usia 6 bulan gak bu?

Sebelunya saya ucapkan terima kasih ya bu

wassalam

Jawaban:
Walaikum salam dear Lia.

Terimakasih atas email dan pertanyaanmu.

Mohon maaf saya baru membalas sekarang, saya jatuh sakit dan semua pekerjaanpun menjadi tertunda.

Sebenarnya saya agak sedih membaca emailmu karena anakmu ternyata sudah mulai diberi makanan tambahan sebelum ia berusia kurang dari 6 bulan. Alasan nya memang klasik ... padahal banyak lho ibu2 bekerja yang tetap berhasil memberikan ASI eksklusif sampai usia 6 bulan.

Akibat pemberian bubur tsb, anakmu terlanjur merasa kenyang .. Itu juga penyebab mengapa anakmu tidak mau menyusu lagi di malam hari. lambungnya kan masih kecil belum cukup untuk menampung makanan yang lebih banyak... tapi sekarang ini anakmu memang sudah boleh diberi makanan pendamping ASI (ingat lho pendamping bukan pengganti ASI, jadi ASI yang utama).

Di atas usia 6 bulan, sampai usia 1 tahun, ASI/susu masih merupakan makanan utama bayi. Makanan padat tetap saja hanya makanan pendampingnatau makanan tambahan.

Untuk menu makannya saat ini, aku coba untuk buat gampangnya ya. sehari dia membutuhkan minum ASI sebanyak-banyaknya yang dia inginkan. akan tetapi minimal 5-6 kali pemberian ASI sampai dia kenyang lalu untuk makanan pendampingnya, sehari dia membutuhkan 2-3 x makan beras-berasan (beras, beras merah, sereal, dll) yang dibuat dari 3-4 sendok makan beras kering.

Selain itu kamu juga mulai memperkenalkan sayur dan buah dengan 2 kali pemberian sebanyak 2-3 sendok makan dalam sehari. Makanan yang dibuat.. tentu saja teksturnya halus dulu. Karena usia saat ini bayi masih belajar mengulum. Yang perlu diingat bayimu belum perlu gula, garam, dan minyak tambahan. Jadi berikan semua makanan yang kamu berikan dengan rasa aslinya dan jangan dicampur jadi satu. biar bayimu bisa mengenali satu persatu rasa aslinya. oh iya dear.

Jangan lupa untuk satu jenis makanan... misalnya kamu ingin mengenalkan dengan tomat pada bayimu, kamu coba dulu selama 3 hari. selain untuk mengenalkan pelan-pelan rasa tomat kepada anakmu. juga untuk mengetahui apakah anakmu ada alergi atau tidak dengan tomat, begitu juga bila kamu mau memberikan, sayur atau buah yang lain, juga daging atau ikan. Nah bila semuanya sudah kau kenalkan, kamu bisa variasikan untuk pemberian makanan hari-hari berikutnya..

Panduan alias konsep utamanya:

Makanan tambahan diberikan saat bayi berusia 6 bulan

Bervariasi tetapi lakukan dengan bertahap.
Mulai dengan produk cereals alias produk beras. Bisa nasi/bubur/tim, bisa tepung beras.
Sekarang banyak para ibu yang membuat sendiri makanan bayi nya misalnya bubur susunya buat sendiri dan kamu bisa kombinasikan dengan kacang hijau atau acang merah...
Nah setelah 3-4 hari kamu perkenalkan makanan lain misalnya kentang rebus yang kamu hancurkan, masukkan ASImu atau susu formulanya, tambah parutan keju sedikit dan Setalah itu, kamu bisa mulai memberikan sayuran seperti kacang polong, brokoli, bayam, kembang kol, buncis, labu siam, dan kangkung di usia 8 - 9 bulan

Sampai usia 8 buolan berikan makanan lembut. Usia 9 bulan mulai kasar, dan usia 1 tahun sudah bisa mengkonsumsi makanan di meja

Jangan berikan garam dan gula
Supaya enak kamu bisa memakai bawang bombay, bawang putih, salam, dll

Berikan makanan bervariasi.


Mama papanya kalau harus mengkonsumsi makanan yang sama 3 kali sehari kan bosan ya ... bahkan mual dan kehilangan minat untuk menyantapnya
Jadi upayakan makanan bervariasi (lihat jawaban saya untuk para ibu yang lain yang menanyakan perihal makanan)

Buah? Kamu bisa berikan mangga, melon, semangka, pear, apel kukus, dsb dsb asal tidak bergetah dan tidak masam. Jadi jangan hanya jeruk dan pepaya ... manfaatkan kekayaan flora tropis negara kita

Sekarang lebih mendetil ya
Misalnya, pagi kamu buat bubur tepung beras dengan rasa kacang merah
Snack: yogurt bayi
Siang: makan siang dari nasi tim atau bubur atau kentang rebus atau alpukat dengan susu, mangga dengan susu dll dll
Snack: air buah atau biskuit
Snack sore atau makan malam (tergantung jam berapa bayimu tidur ... kalau tidurnya cepat ya makan malam nya cepat juga
Kalau tidurnya jam 8 an maka snack saja di sore hari .. misalnya labu kuning dikukus lalu dihakluskan dan dicampur dengan susu (ini bisa juga untuk makan malam)
dst dst
Bisa gonta ganti kok

Tips terakhir... jangan biasakan memblender makanan bayi semua jadi satu ... kan kamu juga mual ya lihatnya. Beli piring berkotak seperti piring catering Satu koptak isinya karbohidratnya yang bercampur dengan protein misalnya kentang pure dengan susu dan keju parut atau daging cincang halus. Satu kotak lain isinya tumis sayuran yang sudah dilumatkan. Kotak satunya lagi, kuah bekas membuat tumis sayuran tadi

Nah sukses ya
Selamat berkesperimen
Harap diingat ... feeding bukan semata-mata memberikan nutrisi dan kalori. Feeding merupakan proses belajar dan bereksperimen pada anak. Buat suasananya senyaman mungkin ... dan jangan dipaksa. Sesekali saat makan malam, ajak dia duduk di kursi makan untuk bayi, beri piring dan sendok, biarkan dia mulai bereksperimen dengan makanannya ... berantakan sih tapi kan bisa dibereskan.

Oh ya, usia 8 bulan mulai perkenalkan ke training cup .. gelas khusus untuk belajar minum tanpa botol

Ketiga, GIGI. Tenang saja dear, setiap anak berbeda kok polanya. Nanti juga tumbuh. Jangan lupa membersihkannya setiap habis makan. Selain itu, untuk menanamkan kebiasaan gosok gigi, setiap habis makan siang dan makan malamn, ibu bapaknya gosok gigi bersama-sama anakmu kelak (belikan gosok gigi bayi) dan bersama-sama gosok gigi. Jangan pakai odol ya meski odolnya katanya bebas fuor .. pasta gigi nanti saja setelah anakmu pandai berkumur-kumur

Good luck
Peluk cium gemes untuk bayimu
wati

. Memperlancar ASI

Tuesday, 15 Nov 2005
Yulia --- Surabaya
Dokter Wati Yth,

Saya mau tanya bagaimana caranya agar ASi saya menjadi lancar kembali? Karena beberapa hari ini, ASI tidak lancar. Saya sudah minum MOLOCO, lancar ASI, tapi tetap saja tidak membantu. Saya pernah baca artikel relaktasi dan ingin mencobanya. Tapi yang jadi masalah, anak saya (5 bulan), tidak mau menyusu dari payudara. Karena selama ini ASI saya keluarkan dan saya simpan di botol. Terima kasih atas bantuan Dokter.

Jawaban:
Dear Yulia, terimakasih atas email dan pertanyaanmu.

Yulia... sebenarnya banyak hal yang mempengaruhi produksi Air Susu Ibu. Produksi dan pengeluaran ASI dipengaruhi oleh dua hormon yaitu prolaktin dan oksitosin.

Prolaktin mempengaruhi jumlah produksi air susu ibu, sedangkan oksitosin mempengaruhi proses pengeluaran ASI. Prolaktin biasanya berkaitan dengan nutrisi dari sang ibu ... bila asupan nutrisinya baik, maka prolaktin yang dihasilkan tubuh pun meningkat sehingga ASI yang dihasilkanpun melimpah. Akan tetapi ASI banyak pun kurang cukup. Sayang kan kalau punya banyak tapi tidak bisa dikeluarkan. Untuk mengeluarkan ASI keluar dari puting susu dibutuhkan hormon yang satu lagi yaitu hormon oksitosin. Namun, hormon ini bekerja tergantung dari proses hisapan dari putting susu. Semakin ia sering dihisap hormon oksitosin yang dihasilkan semakin banyak, sehingga susu yang keluarpun juga banyak. Selain itu, hormon oksitosin sering dijuluki sebagai hormon kasih sayang karena kadarnay sangat dipengaruhi oleh suasana hati, rasa bahagia, rasa dicintai, rasa aman, tenang, relaks, akan meningkatkan hirmon oksitosin sehingga ASI pun mengalir.

Penyebab ASI tidak lancar banyak sekali, bisa dari faktor nutrisi, faktor psikologis, atau faktor dari si bayi tersebut. Coba renungkan ...perbaiki pola makanmu, tingkatkan kandungan kalori dan gizinya (lihat piramida makanan di mayoclinic dan cari porsi untuk ibu menyusui).

Faktor psikologis misalnya, ibu bilang kan beberpa hari terakhir asinya tidak lancar berarti sebelum-sebelumnya lancar dong. Coba renungkan apakah Yulia sedang banyak pikiran, banyak masalah di kantor misalnya (Yulia bekerja?) atau sedang tegang karena memikirkan ASImu? Semakin kamu tegang .. semakin berkurang ASImu. perhatikan Jangan kecil hati, tidak sedikit ibu bekerja yangberhasil memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan melanjutkannya sampai anak berusia lebih dari 2 tahun.

Yulia .. produksi ASI sangat dipengaruhi oleh "permintaan". Jika payudaramu sering dihisap dan ddikosongkan .. maka produksi ASImu pun akan terus meningkat untuk mengisipayudara yang sudah kosong. Oleh karena itu .. di kantor .. rutin dan konsisten setiap 3 jam (maksimal .. kalau bisa setiap 2 jam lebih baik lagi) .. peras ASImu. Puting susu yang jarang dihisap memang akan sulit untuk mengeluarkan ASI, akan tetapi bila sering dipompa biasanya ASI akan tetap keluar. Di lain pihak ... bayi yang sejak awal diperkenalkan terhadap dot dan botol akan mengalami bingung puting ... lalu malas menetek karena terbiasa bermalas-malasan dengan dot ... (megisap susu dari botol kan tidak perlu kerja keras hehehe ... berbeda dengan mengisap ASI dari payudara ibu). Bayi yang terbiasa menyusui dari botol bila diberikan puting kembali biasanya akan bingung. Oleh karena itu .. coba terus berikan ... awalnya memang sulit tetapi bayi itu cerdas lho .. perlahan tetapi ia akan belajar dan akhirnya ia pun akan menyusu dengan tenang dan nyaman. Sabar dan tabah dan konsisten ya Yulia ... coba dengan sabar ... pasti bisa ... wong yang sudah stop total menyusui bisa kembali relaktasi.

Oh ya ... jangan lupa melakukan perawatan payudara. Yulia bisa melakukan pemijatan payudara dengan menggunakan ujung jari telunjuk menekan dada dan digerakkan membentuk huruf Z dari atas kebawah payudara selama 3 x 5 menit sehari. Bila payudara terasa kencang ibu dapat mengkompresnya dengan air hangat selama 5 menit. Percayalah .. sebagian besar masalah seputar ASI merupakan masalah yang dapat dihindari.

Nah .. coba kembali semangat menyusukan ASInya, coba dengan sabar Insya Allah ASInya dapat lancar kembali. Kabari saya lagi ya .. salam sayang buat bayimu.

Wati

01 February 2006

Ayah "Menyusui", Cermin Kesetaraan Jender


Neni Utami Adiningsih

AH, boro-boro membantu mengganti popok, membuka mata saja enggak, begitu celoteh Bu Iis, tetangga saya, ketika kami beramai-ramai menjenguk Bu Dian yang baru melahirkan. "Kalaupun membuka mata, paling banter ia cuma nyolek dan bilang… ’Bu, bayinya nangis!’ Setelah itu, ya, tidur lagi," tambah Bu Iis untuk mempertegas ceritanya.

"Iya, betul itu. Saya dulu juga mengalaminya," timpal Bu Linda. "Rasanya jengkel sekali ya. Sudah puting ini sakit sekali karena lecet, payudara bengkak, mata mengantuk, badan pegal semua, eh lihat suami enak-enak saja tetap tidur. Jadi stres! Tapi saya enggak berani membangunkannya. Takut ia ngamuk," tuturnya lagi.

"Memang sih, si ayah enggak akan bisa ngasih minum (baca: menyusui), tetapi mbok ya nemenin bangun. Terus anaknya digendong sebentar. Kan si ibu jadinya senang, jadi tenang, enggak uring-uringan karena merasa disayang suami," celetuk Bu Dewi.

Deretan celoteh di atas bukan bagian dari dialog narasi sebuah sinetron. Itu adalah perbincangan yang sangat sering terlontar di kalangan ibu-ibu. Dan memang itulah kenyataannya. Hingga saat ini masih sangat sedikit keinginan suami untuk ikut berperan serta dalam perawatan anaknya, termasuk mendukung aktivitas menyusui.

Sungguhlah beruntung Mona Ratuliu, Unique Priscilla, Shahnaz Haque, Nia Paramita, juga Sofie karena suami mereka tidak sebagaimana yang dicelotehkan di atas. Suami mereka (berturut-turut) Indra, Bucek Depp, Gilang Ramadhan, Gusti Randa, juga Pongky sangat mendukung aktivitas menyusui. Itu sebabnya, Ikatan Dokter Anak Indonesia memberi mereka penghargaan saat perayaan Pekan ASI Sedunia lalu (Kompas, 3/8/2004).

Urusan ibu

Masih populer pendapat bahwa menyusui hanya urusan ibu. Tidak ada kaitannya sama sekali dengan ayah. Secara kasatmata memang ayah tidak bisa ikut-ikutan menyusui anaknya, tetapi sebenarnya ia mempunyai peran sangat besar dalam membantu keberhasilan istrinya dalam menyusui bayinya.

Menurut Dr Utami Roesli SpA, MBA, CIMI (Mengenal ASI Eksklusif, 2000) pada waktu bayi mulai mengisap payudara ibu, akan terjadi dua refleks yang akan menyebabkan ASI keluar, yaitu refleks produksi ASI/refleks prolaktin dan refleks pengaliran ASI (let down reflex)/refleks oksitosin). Pada refleks oksitosin inilah peran ayah sungguh besar. Mengapa demikian? Sebab refleks ini sangat dipengaruhi oleh keadaan emosi atau perasaan ibu. Walaupun pengaruhnya berbeda kadarnya pada setiap ibu, pengaruh emosional bisa sampai 75 persen dalam menghambat keluarnya ASI.

Pikiran negatif seperti takut ASI tidak keluar, sedih, cemas, marah, kesal, kesakitan saat menyusui, malu menyusui, bisa membuat aliran ASI tidak lancar. Pikiran negatif ini kian diperburuk dengan masih merebaknya mitos bahwa menyusui akan membuat payudara menjadi tidak indah lagi serta akan membuat badan ibu menjadi gembrot.

Mitos di atas dalam budaya patriarki yang sangat kokoh sanggup membuat banyak ibu tidak mau/berhenti menyusui. Mereka takut ditinggalkan oleh suaminya sebagaimana hasil sebuah survei yang dilakukan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) pada tahun 1995 terhadap ibu-ibu se-Jabotabek. Kondisi seperti ini memberi andil pada sangat rendahnya persentase ibu yang berhasil memberi ASI eksklusif, hanya dua persen.

Kondisi kesetaraan

Mencermati paparan di atas, tampak jelas bahwa kelancaran menyusui memerlukan kondisi kesetaraan antara suami dan istri.

Kondisi kesetaraan akan membuat para ayah tidak merasa malu, tidak merasa canggung, apalagi merasa rendah apabila ia ikut "menyusui" bayinya dengan cara membantu merawat bayinya. Entah menggendong, menggantikan popok, memandikan, memijat, atau ikut menyendawakan bayi (setelah ia menyusu). Kondisi ini akan membuat ibu merasa bahwa perawatan anak adalah juga pekerjaan penting. Masih sangat banyak ibu yang berpendapat bahwa beraktivitas di kantorlah satu-satunya cara agar ia dianggap bekerja. Buktinya, sangat banyak ibu rumah tangga yang berkata, "Ah, saya di rumah saja. Saya tidak bekerja", ketika kepadanya dilontarkan pertanyaan, "Kerja di mana?"

Apresiasi suami terhadap aktivitas istri di rumah pada gilirannya akan menumbuhkan harga diri dan rasa percaya diri pada istri. Dalam proses menyusui, hal ini sangat penting. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa agar dapat menyusui dengan baik diperlukan adanya rasa percaya pada diri sendiri dan harga diri yang cukup besar dalam diri ibu. Hanya perempuan yang mempunyai citra diri positiflah yang mampu menyusui anaknya.

Suami juga sangat berperan dalam menciptakan suasana nyaman dan tenang yang membuat kondisi psikis istrinya dalam keadaan sehat. Kondisi seperti ini sangat dibutuhkan untuk memperlancar refleks oksitosin yang akan merangsang kontraksi otot di sekitar kelenjar susu yang merupakan pabrik susu sehingga melancarkan aliran ASI ke sinus laktiferus (terletak di bawah daerah kecoklatan di sekitar puting susu) yang merupakan tempat menampung ASI.

Bermanfaat

Keberhasilan ibu dalam memberikan ASI eksklusif ini akan bermanfaat bagi keluarga. Dari sisi ekonomis, tindakan itu akan mengurangi pengeluaran, tidak saja pengeluaran untuk membeli susu formula serta perlengkapannya, tetapi juga biaya kesehatan untuk bayi. Karena dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula, bayi dengan ASI eksklusif telah dibuktikan hampir tidak pernah sakit.

Pengeluaran akan semakin membengkak jika juga memerhatikan risiko potensi anak mengalami kesulitan belajar di samping kendala dalam perkembangan fisik dan mentalnya.

Dari sisi ibu, menyusui akan menyehatkan reproduksinya, membuat payudara dan ovariumnya lebih terhindar dari kanker, perdarahan setelah melahirkan juga lebih cepat berhenti, rahimnya segera pulih, dan ia juga cepat langsing.

Dengan begitu banyak manfaat ASI eksklusif, masihkah para suami enggan membantu istrinya untuk ikut "menyusui" bayinya? Mestinya tidak. Dan hanya suami yang "jantan" dan gentle saja yang berani melakukannya. Andakah itu?

Neni Utami Adiningsih, Ir, MT Ibu Rumah Tangga yang Sangat Berminat pada Masalah Anak, Perempuan, dan Keluarga; Penggagas Forum Studi Pemberdayaan Keluarga

30 January 2006

26 January 2006

blog-nya aida :)


haluuuu semuanyaaaa ;)
blog-nya aida nih, hehehe..

gitu dulu ah :P

21 January 2006

4 bulan :)



aida-ku udah 4 bulan gak kerasa *klo ini bener2 gak kerasa, gak kyk waktu bulan pertama, rasanya mau mati aja *

udah makin cerewet

trus ngecesnya tambah deres

udah bisa ketawa terkekeh2, persis kyk boneka patty punya bunda dulu (boneka yg pake empeng, klo dibuka empengnya dan didudukin ketawa, klo ditidurin nangis..)

udah bisa ngambil barang2 di sekitar dia, walaupun suka meleset sih

dan kalau keambil, langsung deh di-leup, masuk mulut

udah pernah ngegelinding dari kasur, gara2 emaknya gak nyadar aida dah bisa miring sana miring sini, geser sana geser sini

tapi teteeep gak mau ditengkurepin, langsung marah2.. hehe

trus ntah knapa, mimiknya jg makin dikit nih. dulu umur 2-3 bulan mimiknya 8 kali 90ml sehari, sekarang kok cuma 5 kali 90ml.. hiks, smoga gak jadi kurus kyk waktu umur 2 minggu dulu (dulu sempet beratnya jadi 2.3kg, panjang 49cm, kebayang kan kurusnya..)

tapi biarpun begitu, sampe saat ini bulan ke-empat itu bulan yg paling menyenangkan sebenernya sih tiap bulan aida makin menyenangkan aja, soalnya makin lucu, makin banyak kabisanya walaupun mungkin klo dibandingin sama bayi2 laen aida agak ketinggalan yah.. misalnya aja klo dibandingin sama gaga dan alya. ah, tapi biarin lah, yg penting sehat2 dan ketinggalannya gak jauh2 amat *menghibur diri.. hehehe..*

04 January 2006

story of aida



20 sept 2005.
pagi2, bangun tidur, ngeflek.
dikit sih, tapi kata suster di hermina yg ngasih kursus persiapan melahirkan, begitu ada flek atau pecah ketuban mesti langsung ke dokter, biarpun belum ngerasain kontraksi.
trus sms mbak rini, katanya mesti cepet2 ke rs.
telp mbak evi, katanya santai2 aja dulu.
jadi bingung, ya udah nonton tv aja dulu.. hehe.

sore2 akhirnya nelp dokter. kata dokter "oh, ini ibu yg kontrol semalem kan? udah langsung aja ke rs, langsung operasi".
ckckck.. dasar dokter parno :P
lucunya, udah tau si dokter tuh parno banget, tapi tetep aja berasa panik. sampe rasanya lemees banget.. hehe

jam 7 sampe jg di kamar bersalin harkit. ternyata bagus ya kamar bersalinnya, recomended banget deh.
satu orang tuh dapet satu kamar sendiri. jadinya gak bakal ngeliat pemandangan2 horor kyk pas di hermina.
buat ibu2 penakut kyk iin, mendingan di harkit aja drpd di hermina. klo di hermina bisa2 pingsan duluan.. hehehe

ganti baju sama seragam rs. trus diperiksa bukaan sama suster *iih, ternyata sakit jg ya diperiksa gitu :(* taunya blom ada bukaan! :))
tapi krn kita berdua bermuka sedih, akhirnya si suster bilang "ada sih, tapi dikit".. hihi, bukaan kok nawar :P duuh, udah panik2 gak karuan taunya blom ada apa2 :D
tapiii, berhubung dokter kita parno, kita gak dibolehin pulang.. jadinya nginep di kamar bersalin deh :P
sebelum bobok dikunjungin dulu sama dokter jantung, sekalian di-ekg dulu. bukan dokter jantung yg biasa, tapi dia jg ngebilang klo gpp lahir normal.
hehe, dokter kandunganku emang paling top deh, gak cukup 1 dokter jantung buat ngeyakinin dia :P

21 sept 2005.
pagi2 diperiksa bukaan lagi, katanya masih blom ada bukaan. masih dikit dan masih jauh, gak ngerti deh maksudnya apa.
dokternya dateng, bilang klo hari ini blom ada kemajuan jg besok pagi diinfus (induksi). dan klo blom ada apa2 jg disesar.

siang2 periksa bukaan lagi, masih tetap sama. jam 3 mandi, trus jalan2 dikit. tapi berhubung males, jalan2nya bentar aja, trus tiduran lagi.. :D

sekitar jam 4, pas lg tiduran eh pecah ketuban. diperiksa lg bukaan, sama susternya diapain gitu (dimajuin bukaannya atau apa gitu, pokoknya dia melakukan gerakan menarik sesuatu yg bikin ngilu gitu.. hiks).
bukaan 2 katanya. si dokter dikasih tau, dia bilang nanti jam 7 diinduksi.

udah deh, mulai dr situ semuanya samar2.
masih inget mama is dateng, nyuapin makan (bayangin makan disela2 kontraksi yg jaraknya paling lama 2 menit sekali.. duuuhh..).
masih inget teriak2 minta obat penahan sakit.
masih inget ngomel2in masanto gara2 gak dapet obat penahan sakit :P
masih inget kyknya ada orang dateng (buat tri, maaf ya ngeliat uni lg jelek gitu. nanti jangan jadi takut punya anak ya :D)
masih inget mama is pulang
masih inget suster meriksa bukaan lagi, dan dibilangin kata dokter gak usah diinduksi
masih inget ada tante pet (kapan datengnya gak tau)
masih inget suster nyuntik sesuatu yg katanya sih buat memperjarang kontraksi *kagak ngepek apa2an lah yaww!! :P*
masih inget ngeremas tangan masanto dan tante pet sekuat tenaga.
masih inget teriak2 "susteeerrrr, pengen ngedeeeennnn!!!" (dijawab "jangan dulu", nggak lama iin teriak lagi "aduh suster, barusan ngeden nih, gimana dooooonkkkk??".. hehe)
masih inget teriak "jangaaannn!!!" waktu masanto bilang "in, mas pipis bentar ya" :))
masih inget ngantuk.. hehe, iya ngantuk. perasaan capek banget gitu. malah kadang2 rasanya kyk udah tidur beneran, kyk lg dalam mimpi gitu :D

pokoknya ribut dan malu2in banget deh.. hehehe.. untungnya sekamar 1 orang, jd gak perlu jaim2 segala :P

jam 9 dokternya dateng. bukaan jg udah komplit. mulai deh persiapan ngelahirin. lucunya begitu si dokter dateng kontraksinya malah ngilang agak lama :P
trus disuruh ngeden sekali. sambil ngeden dokternya ngegunting, kres kres gitu.. duuuhhh.. :P
trus alat vakum dipasang ke kepala bayi. ngeden sekali lagi, langsung 'plop', kepala aida nongol.

jam 21.30, aida lahir :)

lehernya kelilit tali pusar, tapi krn tali pusarnya panjang jd gpp. cuma sempet liat aida sebentar, aidanya lucu :) yg paling keinget waktu itu aida tuh tembem banget.. huehehehe..

udah deh, aidanya dibersihin sama suster. iin-nya dijahit sama dokter. dan untuk pertama kalinya si dokter ngobrol selayaknya orang normal! :)) mungkin krn lega ya iin-nya gak mati.. huehehehehe... *serius ini, dia ngomong soal resiko iin mati itu enteng banget loh, hebat lah pokoknya :D*

yah, gitu deh. pokoknya senaaaang sekali :D senang krn semuanya udah selese *waktu itu blon tau klo penderitaan masih bakal berlanjut sebulan ke depan.. hehehe..*. senang krn alhamdulillah aida sehat dan normal :)

wuih, panjang ya ceritanya :P tapi, kalau ada yg nyuruh ngegambarin gmn rasanya ngelahirin dalam satu kata, ya udah pasti: sakiiiitttttt!!! :))

ps : buat yg blom pernah ngelahirin, jgn takut ya.. biarpun sakit tapi worth it kok ;) *klise banget yak :P*